Selasa, 15 Maret 2016

METODA PENGOBATAN MENURUT RASULULLAH

A. PENGOBATAN NABAWI (THIBBUN NABAWI)
Pengobatan Nabawi adalah metode pengobatan yang dijelaskan oleh Nabi kepada orang yang mengalami sakit tentang apa yang beliau ketahui berdasarkan wahyu. Metode pengobatan ini sangat myakinkan untuk menjadi sebab kesembuhan, sedangkan pengobatan lain lebih banyak merupakan hipotesis (dugaan).
Pengobatan ini bersandar kuat kepada akidah Islamiyah yang menyatakan bahwa Allah adalah pemilik alam semesta ini, bahwa di tangan Allah terletak kesembuhan. Dia yang memberikan kesembuhan kepada manusia. Ketika Ibrohim mengatakan, “Jika aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku” (Asy-Syu’aro’ [26]: 80), tidak lain pernyatan ini merupakan penegasan tentang hakikat dan akidah yang seyogyanya tidak hilang dari hati setiap muslim.
Pengobatan Nabawi sifatnya pasti, qoth’i, dan ilahi, bersumber dari wahyu, pelita kenabian, dan kesempurnaan akal. Adapun pengobatan lainnya kebanyakan berlandaskan pikiran, dugaan, dan percobaan-percoban. Memang tidak perlu dibantah bahwa banyak orang sakit yang tidak merasakan manfaat pengobatan Nabawi, karena yang bisa mendapatkan pengobatan Nabawi adalah siapa yang mau menrimanya dengan percaya dan yakin akan diperolehnya kesembuhan.
Nabi juga menegaskan bahwa Allah memberikan kesembuhan kepada siapa yang mengupayakan sebab-sebabnya, dengan syarat hendaklah ia meyakinkan bahwa obat merupakan sebab semata, obat sendiri tidak memiliki kemampuan alamiah untuk menyembuhkan, kecuali bila Allah menghendaki hal itu.
Maka, kita berkewajiban mengupayakan sebab-sebab, karena Nabi memerintahkan dan melaksanakannya. Ketika sakit, beliau berobat. Di samping itu, kita juga harus memiliki sifat sabar, karena bersabar terhadap penyakit berpahala surga, sebagaimanaterdapat dalam hadits tentang seorang wanita yang terkena penyakit ayan. Ia menerima dan bersabar terhadap penyakit itu dengan harapan mendapat pahala surga.
B. PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN DALAM ISLAM
  1. Keyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Pengobatan harus dilakukan secara ihsan dan sesuai dengan syari’at islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah).
  2. Menggunakan obat halal dan thoyyib (baik), serta tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram atau tercampur dengan bahan yang haram.
  3. Pengobatan yang tidak membawa mudharat (bahaya), tidak mencacatkan (merusak) tubuh.
  4. Tidak berbau takhayul, khurafat, dan bid’ah.
  5. Mencari yang lebih baik, berdasarkan kaedah Islam dan ilmu-ilmu perobatan.
  6. Mengambil sebab melalui ikhtiar (berusaha) serta tawakal (berserah diri).
C. BEBERAPA PEDOMAN PRAKTIK PENGOBATAN NABAWI
  1. Pengobatan dengan Bekam
Bekam1
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin (racun) atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Toksin atau racun adalah endapan racun/ zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung toksin atau darah statis yang menyumbat peredaran darah, sehingga system peredarannya tidak lancar. Timbunan racun/ toksin yang terdapat dalam darah manusia menyebabkan tidak berfungsinya mekanisme pertahanan tubuh (system immune tubuh).
Timbunan racun dalam darah sedikit demi sedikit akan menganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Akibatnya badan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan dan cepat naik pitam. Di tambah lagi dengan angin yang sukar di keluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh mudah terkena jangkitan penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, kanker, diabetes, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan.
Waktu yang baik melakukan bekam
Dari Anas RA, berkata Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda’ain dan tengkuk. Beliau
berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 bulan hijrah (HR. Tirmidzi:51/Hasan). Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21, maka itu akan menyembuhkan
semua penyakit” (HR. Abu Dawud, (3861), hasan). Ibnul Qoyyim berkata: ” Semua hadits ini sesuai
dengan kesepakatan para tabib bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan hingga pekan ketiga
dari setiap bulan, lebih bermanfaat daripada berbekam pada awal bulan maupun akhir bulan.
Namun, bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja itu
dilakukan, maka tetap bermanfaat, meski di awal bulan atau akhir bulan.”
Khasiat dan Manfaat Bekam
  • Mengeluarkan darah kotor
  • Meringankan tubuh
  • Menajamkan penglihatan
  • Menghilangakan berbagai macam penyakit
2. Pengobatan dengan Habbatus Sauda
habbasauda-asli
Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia pernah mendengar Nabi bersabda”Sungguh dalam habbatus sauda itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam” saya bertanya ‘Apakah as-sam itu?’ beliau menjawab, ‘kematian’ . dalam riwayat muslim “tidak ada satupun penyakit, kecuali obatnya terdapat pada habbatus sauda, kecuali kematian. Dalam riwayat muslim: “Tidak ada satu pun penyakit, kecuali obatnya terdapat pada habbatus sauda, kecuali kematian” . Manfaat Habbatus Sauda` menurut hasil penelitian:
  • Antioksidan, anti radang, dan anti alergi
  • Mengobati gangguan pencernaan
  • Melawan kanker
  • Memperkuat imunitas tubuh
  • Meningkatkan memori dan konsentrasi
  • Meningkatkan bioaktivitas hormone
  • Menetralkan toksin
  • Mengatasi susah tidur dan stress
  • Suplemen nutrisi, dll.
Biji habbatus sauda mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak asiri, 15 jenis sam amino, protein, kalsium, besi, sodium, potasium. Kandungan aktifnya yang paling penting adalah thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymothydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Pengaruh habbtus sauda adalah terhadap sistem kekebalan tubuh manusia.
3. Pengobatan dengan Madu 
madu
Dalam sunnah Nabi terdapat beberapa hadits yang diriwayatkan, menyebutkan tentang manfaat-manfaat madu serta menjelaskan pentingnya madu dalam penyembuhan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah bersabda, “Kesembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni minumlah madu, sayatan alat bekam, dan sundutan api. Aku melarang umatku berobat dengan sundutan api”. Nabi juga bersabda, “Jika dia sebagian obat-obatan yang kalian gunakan terdapat kebaikan, mka itu terdapat dalam minuman madu, sayatan alat bekam, atau sundutan dengan api, tetapi aku tidak suka berobat dengan sunditan api”. Manfaat madu diantaranya:
  • Antibakteri, anti radang, dan antioksidan
  • Madu menyehatkan gigi dan gusi, memutihkan gigi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lainnya.
  • Mengobati diabetes,mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung,membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, dll.
4. Pengobatan dengan Kam’ah, Itsmid, dan Celak
462-2Tcelak
Rasulullah bersabda: “Kam’ah termasuk al-mann, artinya menyembuhkan mata”. Kam’ah digunakan sebagai celak, akan lebih bagus bila ia digunakan bersama itsmid. Dari Salim dari ayahnya, dimarfu’kannya “Itsmid itu memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata”. Beliau bersabda “Sebaik-baiknya celak kalian adalah itsmid, yang digunakan sebelum tidur, sesungguhnya ia bisa memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata”.
Unsur dingin dan kering, bisa menjadi sarana yang bermanfaat menguatkan penglihatan mata, menguatkan urat-uratnya, dan memelihara kesehatannya. Ia menghilangkan daging yang berlebihan dalam luka-luka dan bisul-bisul di mata, membersihkan kotorannya, menghilangkan pusing apabila digunakan bersama madu dan air.
5. Pengobatan dengan Talbinah
barley
Talbinah adalah air jelai mendidih. Kandungan gizinya lebih besar dibandingkan dengan tepungnya. Ia merupakan obat yang berkhasiat mengobati batuk danradang tenggorokan, cocok untuk menghilangkan amandel, melancarkan buang air kecil, membersihkan isi lambung, mamuaskan dahaga, dan memadamkan rasa panas. Talbinah lebih bermanfaat daripada sop, berkhasiat menghilangkan penyakit fisik maupun kejiwaan. Disebut dengan talbinah karena setelah dimasak warnanya putih mirip susu. Ada beberapa metode penyajian, di antaranya adalah dtrendam, dimasak, atau ditepung. Setiap metode penyajian dari talbinah ini memiliki cara penggunaan yang khas, tetapi metode penggunaan yang paling bermanfaat adalah diminum, dengan dicampur madu.
6. Pengobatan dengan Ud Hindi atau Qusthul Bahri
ud-i-hindi
Ud Hindi adalah tumbuhan dari famili jahe-jahean, yang digunakan adalah akarnya yang kering, rasanya pahit dan aromanya tajam. Rasulullah bersabda “Berobatlah dengan ud hindi, karena di dalamnya terdapat tujuh kesembuhan, dimasukkan melalui hidung untk ‘udzroh (amandel) dan dimasukkan melalui mulut untuk dzatul janbi”
7. Pengobatan dengan Kencing dan Air Susu Unta 
camel-milk_1
Air susu unta berkhasiat membersihkan dan melunakkan, melancarkan buang air kecil, membuka sumbatan-sumbatan, apabila ia sering digembalakan di syih, qoishum, babung, aqhawan, idzkhir, dan sebagainya. Beberapa manfaat medis dari air susu dan air kencing unta :
  • Mengobati sebagian penyakit limpa dan malaria
  • Air susunya bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit kencing manis dan kurang darah
  • Air susu unta digunakan untuk membersihkan perut, dan ia dikategorikan sebagai zat pencuci perut
  • Membunuh bakteri-bakteri berbahaya yang terdapat dalam sistem pencernaan, memelihara berat badan, dan menguatkan tulang.
  • Digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit hati
  • Untuk mengobati penyakit-penyakit dada, seperti tuberculosis paru-paru, bronchial asthma
  • Hydrocephalus
  • Anemia, gangguan pada limpa, dan wasir
  • Dijadikan resep untuk nutrisi orang-orang yang terken Biliary Atresiv

Sumber: https://keperawatanreligionsitihasnanadhifah.wordpress.com/2015/06/21/metoda-pengobatan-menurut-rasulullah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar