Senin, 14 Mei 2018

Penjelasan Rijalul Ghaib dan Wirid Zikirnya

Posted by Dedi E Kusmayadi Rabu, 04 Mei 2016 16 comments Banyak sekali orang yang membicarakan tentang derajat kewalian, walaupun banyak sekali perbedaan pendapat tentang derajat kewalian ini, ada yang percaya ada yang tidak dan lain sebagainya. Bagi mereka yang percayapun juga banyak perbedaan, ada yang menyatakan bahwa kewalian bisa di dapatkan oleh siapa saja, ada yang menyatakan bahwa kewalian itu mutlak hak pilihan Allah, tidak bisa di minta dan di pelajari dan tidak bisa di tolak dan di hindari. Terlepas dari perbedaan yang ada, karena di sini kita membahas tentang pengetahuan tentu saja kita semua bebas berpendapat tentang kewalian ini , sesuai dengan kekuatan masing-masing dan iman masing-masing yang penting tidak mengganggu standar iman dan peribadatan sesuai aturan yang ada yaitu Qur'an, Hadist, Ijma dan Kias . Rijalul Gaib adalah makhluk ciptaan Allah yang kasat mata/tidak tampak oleh mata manusia. Tugasnya adalah untuk menjalankan perintah Allah dalam membantu manusia memenuhi segala kebutuhannya. Tentang Rijalul gaib ini pernah di sebutkan oleh Imam Ahmad Al Buni dalam kitabnya Manba Ushulul Hikmah halaman 230 mengatakan: “Ketahuilah, bahwa Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi dengan kemurahan-Nya yang besar terhadap manusia, Dia ciptakan ruh-ruh dari bangsa malaikat yang berkeliling ke seluruh pelosok bumi, membantu orang-orang yang mempunyai hajat, supaya hajatnya itu terpenuhi dan keinginannya tercapai. Barang siapa yang bertepatan waktu hajatnya dengan arah tempat mereka berada, kemudian berdoa kepada Allah Ta’ala, mereka akan mengaminkan doanya itu, maka doa akan dikabulkan dan permintaannya akan diperolehnya.’’ Ada petunjuk atau cara untuk mengetahui posisi Rijalul Ghaib itu tiap-tiap dalam sebulan (menurut perhitungan bulan Hijriah). Posisi tempat keberadaan mereka itu selalu berpindah-pindah. "LA TAHSABANNAL LADZI QUTILUU FI SABILILLAHI AMWATAN, BAL AHYAUN INDA ROBBIHIM YURZAQUNA" (ALI IMRON : 169) ”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu MATI bahkan mereka itu hidup di sisi tuhannya dengan mendapat rezqi “ Kehidupan mereka yang dimaksudkan adalah alam yang lain, bukanlah alam dunia ini, mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, Dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan kehidupan nya itu. Dari kitab Jawahir Al-Khomsi Syeikh Khotiruddin Bayazid Al-Khowajah dan Kitab Jami’u Karomatil Aulia kepunyaan Syeikh Yusuf ibni Isma’il An-Nabhani R.A , bahwa Rizalul Ghaib merupakan salah satu pangkat kewalian dari 37 pangkat/Maqom para Wali. Berikut ini Pangkat/Maqom nya para Aulia Allah : 1. Qutub Atau Ghauts (1 abad 1 Orang) 2. Aimmah (1 Abad 2 orang) 3. Autad (1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata Angin) 4. Abdal (1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah dan berkurang Apabila ada wali Abdal yang Wafat Alloh menggantikannya dengan mengangkat Wali abdal Yg Lain ( Abdal=Pengganti ) Wali Abdal juga ada yang Waliyahnya ( Wanita ) 5. Nuqoba’/Naqib (1 Abad 12 orang Di Wakilkan Alloh Masing-masing pada tiap-tiap Bulan) 6. Nujaba’ (1 Abad 8 Orang) 7. Hawariyyun (1 Abad 1 Orang) Wali Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Alloh dalam hal keberanian, Pedang (Zihad) di dalam menegakkan Agama Islam Di muka bumi. 8. Rojabiyyun (1 Abad 40 Orang Yg tidak akan bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu Wali Rojabiyyun yg meninggal Alloh kembali mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Alloh mengangkatnya menjadi wali Khusus di bulan Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh karena itu Namanya Rojabiyyun. 9. Khotam (penutup Wali)(1 Alam dunia hanya 1 orang) Yaitu Nabi Isa A.S ketika diturunkan kembali ke dunia Alloh Angkat menjadi Wali Khotam (Penutup). 10. Qolbu Adam A.S (1 Abad 300 orang) 11. Qolbu Nuh A.S (1 Abad 40 Orang) 12. Qolbu Ibrohim A.S (1 Abad 7 Orang) 13. Qolbu Jibril A.S (1 Abad 5 Orang) 14. Qolbu Mikail A.S (1 Abad 3 Orang tidak kurang dan tidak lebih Alloh selau mengangkat wali lainnya Apabila ada salah satu Dari Wali qolbu Mikail Yg Wafat) 15. Qolbu Isrofil A.S (1 Abad 1 Orang) 16. Rijalul ‘Alamul Anfas (1 Abad 313 Orang) 17. Rijalul Ghoib (1 Abad 10 orang tidak bertambah dan berkurang tiap2 Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika juga Alloh mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain, Wali Rizalul Ghoib merupakan Wali yang di sembunyikan oleh Alloh dari penglihatannya Makhluq2 Bumi dan Langit tiap2 wali Rizalul Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib yang lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min, Semua Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari Rizqi Alam nyata ini tetapi mereka mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam Ghaib. 18. Adz-Dzohirun (1 Abad 18 orang) 19. Rijalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang) 20. Khomsatur Rizal (1 Abad 5 orang) 21. Rijalul Hanan (1 Abad 15 Orang) 22. Rijalul Haybati Wal Jalal (1 Abad 4 Orang) 23. Rijalul Fath (1 Abad 24 Orang) Alloh mewakilkannya di tiap Sa’ah (Jam) Wali Rizalul Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman, 6 orang di Negara Barat, 4 orang di negara timur, dan sisanya di semua Jihat (Arah Mata Angin) 23. Rijalul Ma’arijil ‘Ula (1 Abad 7 Orang) 24. Rijalut Tahtil Asfal (1 Abad 21 orang) 25. Rijalul Imdad (1 Abad 3 Orang) 26. Ilahiyyun Ruhamaniyyun (1 Abad 3 Orang) Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal 27. Rijalun Wahidun (1 Abad 1 Orang) 28. Rijalun Wahidun Markabun Mumtaz (1 Abad 1 Orang) Wali dengan Maqom Rijalun Wahidun Markab ini di lahirkan antara Manusia dan Golongan Ruhanny (Bukan Murni Manusia), Beliau tidak mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan Manusia, Wali dengan Pangkat ini tubuhnya terdiri dari 2 jenis yang berbeda, Pangkat Wali ini ada juga yang menyebut ”Rijalun Barzakh ” Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan Ruhanny Air INNALLOHA ‘ALA KULLI SAY IN QODIRUN ” Sesungguhnya Alloh S.W.T atas segala sesuatu Kuasa. 29. Syakhsun Ghorib (di dunia hanya ada 1 orang) 30. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy (1 Abad 1 Orang) 31. Rijalun Ghina ( 1 Abad 2 Orang) sesuai Nama Maqomnya/Pangkatnya Rizalul Ghina ”Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada Alloh maupun Kaya Harta yang di jalankan di jalan Alloh, Pangkat Wali ini juga ada Waliahnya (Wanita). 31. Syakhsun Wahidun (1 Abad 1 Orang) 32. Rijalun Ainit Tahkimi waz Zawaid (1 Abad 10 Orang) 33. Budala’ (1 Abad 12 orang) Budala’ Jama’ nya/Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’ dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal 34. Rijalun Istiyaq (1 Abad 5 Orang) 35. Sittata Anfas (1 Abad 6 Orang) salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim Al-’Allamah Ahmad As-Sibty 36. Rizalul Ma’ (1 Abad 124 Orang) Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil ” Pada suatu ketika aku berada di pinggir sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba2 Alloh yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai muncullah seseorang yang berkata “akulah salah satu hamba Alloh yang di tugaskan untuk beribadah di dalam Air”, Maka akupun mengucapkan salam padanya lalu Dia pun membalas salam aku tiba-tiba orang tersebut hilang dari pandanganku. 37. Dakhilul Hizab (1 Abad 4 Orang) Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui Kewaliannya oleh para wali yang lain sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, Karena Wali ini ada di dalam Hizab nya Alloh, Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz sebagai barisan para Aulia, Namun Nur Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para Aulia Seperti di riwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa suatu ketika Syeikh Abdul Qodir Jailani Melaksanakan Towaf di Baitulloh Mekkah Mukarromah tiba-tiba Syeikh melihat seorang Perempuan dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang benderang sehingga Syeikh Abdul qodir Al-Jailani Mukasyafah ke Lauhil Mahfudz dilihat di lauhil mahfudz nama perempuan ini tidak ada di barisan para Wali-wali Alloh, Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Alloh untuk mengetahui siapa Perempuan ini dan apa yang menjadi Amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar begitu dahsyat , Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita tersebut adalah seorang Waliyyah dengan Maqom/ Pangkat Dakhilul Hizab “Berada di Dalam Hizabnya Alloh”, Kisah ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa BerHusnudzon ( Berbaik Sangka ) kepada semua Makhluq nya Alloh, Sebetulnya Masih ada lagi Maqom-maqom Para Aulia yang tidak diketahui oleh kita, Karena Alloh S.W.T menurunkan para Aulia di bumi ini dalam 1 Abad 124000 Orang, yang mempunyai tugasnya Masing-masing sesuai Pangkatnya atau Maqomnya. Susunan Maqom/Pangkat Para Aulia ini bersumber dari terjemahan kitab Jami’u Karomatil Aulia (Kumpulan Karomah-karomah Para Wali), Perlu di ketahui bahwa Maqomnya para Aulia tidak tetap tapi naik walaupun mereka sudah Meninggal, Jadi Untuk Mengetahui posisi Rijalul Ghaibnya Ahli Hikmah dan Mukasyafah telah menentukan dimana letaknya menurut perhitungan Bulan Hijriah, Sebab posisi itu berubah Rubah. Kiblat: tanggal Hijriahnya 1,4,15,13 Barat : tanggal Hijriahnya 17,18,19 Utara : tanggal hijriahnya 10,11 Timur : tanggal Hijriahnya 4.5.6 Selatan tanggal Hijriahnya 25,26,27 dst…. CARA KE SATU : Berikut ini Wirid/amalan Rizalul ghaib yang diterima dari guru spiritual : “Assalamu’alaikum ya Rizalul Ghaib.... Inna rabbaka ya’lamu annaka taquumu adnaa min tsulutsayil layli wanishfahu watsulutsahu wathaa-ifatun minal ladziina ma’aka, Wallaahu yuqaddirul layla wan nahaara, ‘Alima an lan tuhsuuhu fataaba ‘alaykum, Faqrauu maa tayassara minal qur-aani, ‘Alima an sayakuunu minkum mardaa, Wa akharuuna yadhribuuna fiil ardhi yabtaghuuna minfadhlillaahi, Wa akharuuna yuqaatiluuna fii sabiilillaahi, Faqrauu maa tayassara minhu, Waaqiimuush shalaata waaatuuz zakaata, Wa-aqridhullaaha qardhan hasanan, Wamaa tuqaddimuulianfusikum minkhayrin tajiduuhu ‘indallaahihuwa khayran wa-a’zhama ajran, Wastaghfirullaaha innallaaha ghafuurun rahiimun.” Amalkanlah Dengan Ikhlas 40 malam kontiniu/tanpa henti, sebanyak 1000 kali setelah sholat malam. Dan sebanyak 41 kali setelah sholat 5 waktu. Upayakan selama 40 hari kurangi makanan lauk yang bernyawa (seperti ikan, daging dsb) dan makanan yang bersumber dari yang bernyawa (seperti telur dsb). Dengan izin Allah, Rijalul Ghaib akan datang menghampiri dan mengajarkan berbagai ilmu Yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Caranya: Bangun malam lakukan Sholat Taubat dan Sholat Hajat Dilanjutkan: 1. Baca Istighfar sebanyak 100 kali, 2. Baca Sahadat sebanyak 1 kali, 3. Tawasul pada: Rasululloh, Malaikat Mukorrobin, Wali kutub, Rizalul Ghaib, Mursid Imam Ahmad Albuni, Guru-guru, Ibu Bapa, Kaum Muslimin Muslimat Mukminin Mukminat, Hazal Warid. 4. Kemudian baca Sholawat Nurizat 100 kali, 5. Wirid Rizalul Ghaib 1000 kali. Jika berhasil, hikmah atau faedah dari Wirid Rijalul Gaib antara lain : 1. Menjadi orang yang sabar, tawakkal, teguh iman pada Allah. Juga bisa mengobati berbagai macam penyakit medis dan non medis yang diderita menahun maupun yang baru beberapa hari. 2. Doa–doanya,juga bicaranya bertuah dan berhikmah. 3. Menjadi orang yang berkharisma, mempunyai nama baik yang terhormat. 4. Mendapat keluasan rezeki, kehidupan berkecukupan, tidak akan kekurangan rezeki sehingga kehidupan sejahtera. 5. Kehidupan selalu bahagia, sehat Jasmani dan Rohani. 6. Keselamatan Dhohir dan Batin, menangkal segala gangguan makhluk halus. 7. Mampu berkomunikasi dengan bangsa jin dan juga mudah menangkap isarat-isarat dari Allah lewat isarat alam dan malaikat, baik lewat mimpi atau secara langsung. 8. Membuka aura spiritual Anda, sehingga memancarkan kedamaian serta Aura kasih sayang. 9. Segala hajat akan di kabulkan, di beri jalan mudah oleh Allah. 10. Menjadikan Anda seorang yang khusu’, penyabar, ikhlas beribadah serta kedamaian hati. 11. Meningkatnya keimanan serta ketakwaan Anda kepada Allah SWT. 12. Mengangkat derajat dan martabat Anda serta menjadikan Anda seorang pemimpin yang berpengaruh di masyarakat. 13. Menjadikan berkah sebagai seorang yang mampu membimbing orang banyak. 14. Mempunyai Daya Bathin yang kuat dan mendapat ilmu ladunni. 15. Mendapat pertolongan di dunia dan di akhirat nantinya oleh para aulia dan syafaat Nabi Muhammad SAW. 16. Mendapat Kerahmatan dan keberkahan kehidupan dunia dan akhirat nantinya. 17. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Semoga Allah memberi hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. aamiin CARA KE DUA : Imam Ahmad bin Ali Al-Buni dalam Manba Ushul Al-Hikmah-nya menjelaskan tentang rijalul ghaib ini sebagai berikut: "Ketahuilah, bahwa Allah Yang Maha Agung dan Maha Luhur dengan kemurahannya yang besar terhadap manusia, Ia menciptakan ruh-ruh berkarakter malaikat yang berkeliling diseluruh penjuru bumi. Para ruh tersebut membahagiakan orang-orang yang memiliki hajat dengan membantu menunaikan hajat-hajat mereka dan membantu mencapai keinginan-keinginan mereka. Maka barang siapa yang bertepatan waktu hajatnya dengan arah dimana para rijalul ghaib itu berada dan berdoa kepada Allah pada saat itu juga, para rijalul ghaib itu akan mengamini doanya tersebut maka akan terkabulkan hajatnya serta tercapai apa yang ia minta". Mengenai diarah mana para Rijalul Ghaib tersebut berada setiap hari-nya banyak silang pendapat para ahli hikmah, setidaknya kita bisa melihat pandangan Imam Al-Buni dari petikan kitab diatas. Yang penting kita ketahui yaitu para Rijalul Ghaib merupakan hamba-hamba Allah yang shaleh yang banyak diberi pengetahuan hal yang ghaib oleh Allah SWT. Mereka bertebaran dimuka bumi dab disamarkan oleh Allah dari kebanyakan makhluqnya, dan karena keshalehannya doanya diijabah Allah. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya`la, Ibnu al-Sunni, and At-Thabrani dalam al-Mu`jam al-Kabir bahwasanya Rasulullah bersabda: "Apabila seorang daripada kamu kehilangan sesuatu atau memerlukan pertolongan sedangkan dia berada di suatu tempat yang tiada orang dapat menolongnya, maka hendaklah dia berseru: "Wahai hamba-hamba Allah, tolonglah aku..!! (yaa 'ibaadallaah aghiitsuunii)" sesungguhnya bagi Allah itu ialah hamba-hamba yang kita tidak nampak." Oleh karenanya banyak orang yang bertawassul kepada mereka agar Allah mengijabah doa mereka dengan keramat para Rijalul Ghaib tadi.. Hadits yang meriwayatkan oleh Abu Ya`la, Ibnu al-Sunni, and At-Thabrani dalam al-Mu`jam al-Kabir bahwasanya Rasulullah bersabda : "Apabila seorang daripada kamu kehilangan sesuatu atau memerlukan pertolongan sedangkan dia berada di suatu tempat yang tiada orang dapat menolongnya, maka hendaklah dia berseru: "Wahai hamba-hamba Allah, tolonglah aku..!! (yaa 'ibaadallaah aghiitsuunii)" sesungguhnya bagi Allah itu ialah hamba-hamba yang kita tidak nampak." Saya pribadi biasanya bertawasul kepada Rijalul Ghaib sebelum memulai wirid apapun dengan mengirimkan fatihah kepada mereka kemudian membaca "salam khusus"-nya setelah itu ditutup dengan doa Qutb atau disebut juga doa Rijalul Ghaib yang setelah saya selidiki ternyata doa ini diriwayatkan oleh Syeikh Ahmad Al-Ghazaly (saudara kandung dari Imam Muhammad Al-Ghazaly). Doa ini memiliki banyak sekali manfaat yang tidak terhitung Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani mengajarkan bacaan salam kepada mereka (dapat diaplikasikan sambil menghadap ke arah mereka berada sesuai yang diajarkan Imam Ahmad bin Ali AlBuni diatas) sebagai berikut: Dan beberapa Kyai Linuwih yang akhlinya dalam hal tersebut saya tidak mau saya sebutkan, mengatakan : Setelah Mengetahui Posisi mereka maka Sholatlah Hajat 2 Rakaat bisa 7 malam, 21 malam 40 malam, dan sesudah salam dalam sholat hajat.(Lebih Afdhol Memakai Puasa Sunah) setelah Selesai maka Ucapkan Salam. Assalaamu'alaykum Yaa Rijaalul Ghaaib, Salaam tercurahkan kepada kalian wahai Rijalul Ghaib. Assalaamu'alaykum Yaa Ayyuhal Arwahil Muqadassah, Salaam tercurahkan kepada kalian wahai ruh-ruh yang suci. Yaa Nuqobaa. 3x Yaa Nujabaa. 3x Yaa Ruqoba. 3x Yaa Budala. 3x Yaa Awtad Al-ardl. 3x Yaa Awtad Arba'ah. 3x Yaa Imaaman. 3x Yaa Quthb. 3x Yaa Fard. 3x Yaa Umanaa. 3x Aghiitsunii Bi Ghawtsatin,...3x (tahan Napas Sampaikan Keinginannya/Kalau mau ingin Menemuinya...) Bantulah aku dengan Pertolongan. Wan-zhuruunii Bi Nazhrotin, Tataplah aku dengan pandangan. War-hamuunii Wa Hash-shiluu Muroodii Wa Maqshuudii, Kasihilah aku dan penuhilah keinginan dan maksudku. Wa Quumuu 'Alaa Qodloo-i Hawaa-ijii (Sebutkan Hajatnya) Dukunglah aku dalam menunaikan hajat-hajatku. Selanjutnya Baca: 'Inda Nabiyyinaa Muhammadin Sallalaahu 'Alaihi Wa Sallam. Sallamukumullahu Fiddunyaa Wal Aakhirah. Allahumma Shalli 'Alal Khidr. 1000x Disisi Nabi kita Muhammad SAW. Semoga Salaam Allah tercurahkan atas kalian di dunia dan akhirat. Yaa Allah, sampaikanlah Shalawat keatas Khidir 'alayhis-salaam. Setelah Mengucapkan Sholawat Barulah Tawasul : Ila Hadroti Sayyidina Wa Habibina Rosulullohi Muhamadabni Abdillahi Wa Ajwajihi Wa Dzuriyatihi Wa Ahli Baytihi Wa Sa Irihil anbiyail Mursalina Wa Ali Kulli Minhum Wa Shohabatihi Ajmain (Al Fatihah 1x) Tsumma Nuhdi tsawa baha Ila Khodimil Yaumi, Tsumma Ila Arwahil Malaikatil Muqorrobina (Al Fatihah 1x) Wa Tsumma Ila Arwahi Rijalil Ghoibi aynama kanu Khollat Arwahum min Masyariqil Ardhi Ila Maghoribiha Barriha Wa Bahriha (Al Fatihah 1x) Wa Tsumma Ila Ruhi Sayyidina Imamil Muhajiri Ilallohi Ahmadabni Isya Wa Sayyidina Imamil Faqqihil Muqqoddami Muhamadabni Ali Ba’lawi Wa Ushulihim Wa Furu Ihim (Al Fatihah1x) Wa Tsumma Ila Arwahi Masyaikhi Dzikri Wat Tauhidi Habib Umar Bin Abdur Rohmanil Al- Athas Wa Syaikh Ali Baros Khususon Ila Ruhi Imami Syekh Abdil Qodir Jaelani (Al Fatihah 1x) Wa Tsumma Ila Ruhi Shohibir Ratibil Habib Abdillahi Bin Alwil Haddad Wa Syaikh Fajri wujudi Syaikh Abi Bakribni Salim Shohibil Inat Wa Ushulihim Wafuru Ihim (Al Fatihah 1x) Wa Tsumma Syeikh Said Amudi Wa ushulihim Wa furu Ihim Wa Jamiil Masya-ihi Dzikri Wa Tauhidi, Kholat Arwahu Walidina Wawalidihim analloha Yagfirolahum wayarhamuhum Wayu’li darojatihim Fil Jannah Wa Tsumma Arwahi Amwati Khossoh Wa amwatil Muslimin Ammah Bi Annaloha Yataghossa hum Birhmati Wamaghfiroti Wayusakkinuhumul Jannati Birohmatihi Asta-inu Min Barokatihim Wakaromatihim Wasyafaatihim Bi annallohi Yubbalighu Maqosidana Waqdi Hajati….(Al Fatihah 1x) Wayaktubus Salamata Alaina min Sarril Jinni Wal Insi Waman Arodhana Bisu-in Wa Ila Hadroti Nabiyyi Muhammadin sholallohu alihi Wassalam (Al Fatihah 1x) Kemudin Baca Doa Rijal Ghoib Khusus 40x/100x Bismilahirrohmanirrohim ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMADIN WA ALA ALIHI SAYYIDINA MUHAMADIN WASALIM 3X ROBBI ADKHILNI FIL LUJATI BAHRI AHADIATI (THOMTHOMIN 3X) WAHDANIYATI WAQOWWINI BI QUWWATI SATWATI QUDRHOTIKA HATTA AKHRUJA ILA QODHO-I SA-ATI ROHMATIKA WA FII WAJHI LAMANI BARQIL QURBI MIN ASARI ROHMANIYATIKA MARI-AN BIHAIBATIKA AZIZAN BI INAYATIKA MUZAZZALAN MU-ADZHOMAN MUKARROMAN BITAKRIMAN WATA’THIMIKA WA ALBISNI MINKA KHUL-A L RIJALI WAL QOBULI WASAHHIL LI MANAHIZIL WAS LATI WAL WUSHULI BITAWWIJNI BITAZZIL KAROMATI WAL WAQORI WA ALIFNI BAINI WABAINIKA AHIBBAIKA FII DARIDDUNYA WADARIL QORORI WARZUQNI MIN NUURIS MIKA HAIBATAN TANGQODU ILAYYA L QULUBU WAL ARWAHU WA THOHDHO-U LADAYYAN NUFUSU WAL ASBAHU YA MAN DZALAT LAHU RIQOBUL JABABIROTI WA KHODHO-AT LAHU A’NAQUL AKASIROTI LA MALJA-A ILLA ILAIKA WALA A I’ANATIA ILLA BIKA WALA TIKALA ILLA ALAIKA IDFA’ ANNI KADAIHASIDINA WA DZULUMATIL MUADINI WA ADHILNI TAHTA SURODIKOTI ARSYIKA YA AKROMA AKROMINA AYYID DHOHIRI LITOHASHALLU ALA MARIDIKA WANAWWIR QOLBI WASSIRRI LIL ITLA-I ALA MANAHIZI MASA IKA ILAAHI KAIFA ASDHIRU ANKA BABIKA BIHAIBATIN MINKA WAQOD RODADTANI ALA TSIQOTIN MINKA WAKAIFA TAI-ASUNI MIN ATHOIKA WAQOD AMARTANI BIDHUAIKA WAHA ANA MUQBILUN ALAIKA MUL TAJI-UN ILAIKA BAID BAYNI WABAYNA A’DAN-I KAMABA-ADTA BAYNA; MASYRIQI WAL MAGHRIBI WAKHTHUF ABSHOROHUM BINUURI QUDSIKA WATSUBUTI IZZATIKA INNKA ANTAL MU’THI BIJALA ILIN NI’AMI BIROHMATIKA YA ARHAMA ROHIMIN ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA ILMAN NAFIAN WA AMALAN MUTAQOBBALAN WARIZQON HALALAN THOYYIBAN WASIAN FID DUNYA WAL AKHIROTI ALLOHUMMAZ-AL BADANI KHOZANATI ARZAKIL ABDANI WALISANI KHOZANATA QULUBI AHLIL IMANI FARZUQNI LI THOIFAT TAUHIDI WA KHOSHOISHOT TAMJID INNKA ANTALLOHUL HAMIDUL FA-ALU LIMA YURIDU BIROHMATIKA YA ARHAMA ROHIMIN WASHOLALLOHU ALA SAYYIDINA MUHAMADDIN WA ALA ALIHI WASOHBIHI WASALAMA WALHAMDULILLHI ROBBIL ALAMIN. Insya Alloh Bila Melakukan Dengan Amalan Ikhlas karena Alloh SWT dengan jalan Berawakal kepada Alloh SWT akan Mendapat: 1. Di Luaskan Rizki Sehingga Menjadi Kaya dan Berkah Bi-idzniillahi 2. Mendatangkan Hajat dan Kebutuhan Penting 3. Mendapat Guru Ghaib/sajati dari Auliyaulloh 4. Mendapat Anugrah Ilmu Laduni 5. Mendapat Ilmu-ilmu dari Alam Ghaib yang Sangat Tinggi dll

Jumat, 27 Januari 2017

RIHUL AHMAR


PENYAKIT PALING BERBAHAYA


Rihul Ahmar adalah nama salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan dibawa oleh makhluk dari golongan jin. Penyakit jenis ini akan menyerang pada seluruh bagian tubuh dan memunculkan beberapa macam penyakit medis, seperti: SAKIT KEPALA, MEGREN, SYARAF, PEMBULUH DARAH, SETROOK, KEBUTAAN, TULI, PERSENDIAN, PENYAKIT KUNING, TYIPUS DLL.
Allah menurunkan penyakit beratini juga di iringi dengan obat penawarnya yang sangat ampuh dan dahsyat, yaitu:

DOA RIHUL AHMAR”


Asal usul Penyakit Rihul Ahmar.

روي عن اصف بن براخيا انه قال: بينما ان سليمان ابن داوود عليه السلام مر على بلد من البلدان.  الجن عن يمينه والانس عن شماله والطيور عاكفة على رأسه تظلله والعفاريت من بين يديه ..واذا هو يرى خلقة هائلة والنار تخرج منها يمينا وشمالا ففزع نبي الله سلمان منها..
وقال سالتك بالله ايتها الخلقة من تكونين واي شيء انتي ؟
قالت :يا نبي الله ما عرفتني.. قال: لا قالت انا الريح الحمراء, انا علة من العلل ومرض من الامراض خلقني الله تعالى فاذا اراد الله تعالى ان يعذب احدا من خلقه ارسلني اليه, وسلطني عليه ..
فاذا دخلت في دماغه خفقته,
وان دخلت في عينيه اعميته ,
 وان دخلت في منخريه ظهرت فيه علة الناسورثم انزل الى حلقه واخنقه,
وان دخلت في اذنيه اخذت سمعه,
وان دخلت في رأسه احدثت الصداع به والشقيقة والضربان واقتله من الوجع..
وان دخلت صدر انسان ادخلت فيه اليرقان والوسواس وريح المفاصل ووجع الطحال وصفرة الوجه ووجع السرة,
وان دخلت في النساء قطعت الحمل من المرأة وأيبس اللبن وأظهر البرص والرطوبة والبلغم والجذام والدمامل ومرض الجرذان والخنازير ..
وان دخلت في العروق والعصب قطعتهما ولا أبرح حتى اقتله..

فلما سمع منها نبي الله سليمان لم يتمالك ولم يبق له صبر ولا طاقة ..فقال لجلسائه اقتلوه :فنطق ذلك الشخص..وقال :يا نبي الله, لم يقدر احد ان يقتلني. فقال: احرقوه, فقال: ولا احد يقدر ان يحرقني. وان الله تعالى أخرني
الى يوم القيامة..
ثم ان ذلك الشخص غاب عن نبي الله سليمان وعمن كان في مجلسه الى زمان نبينا محمد صلى الله عليه وسلم.

فأتفق ان الحسن ابن علي ابن ابي طالب جاءه وجع في جوفه وتقيأ دماً. ولما سمع النبي صلى الله عليه وسلم ضاق صدره  وقال :العياذ بالله العلي العظيم ..
فنزل جبرائيل عليه السلام على النبي صلى الله عليه وسلم وقال: ان شكاية ابنك الحسن من الريح الحمراء..فقال: هل لهذا من دواء وعلاج فغاب جبرائيل ساعة ثم نزل..وقال :يا محمد العلي الاعلى يقرؤك السلام وقد أهدى اليك هدية..وهي هذا الدعاء.. فان من قرأه ولو في عمره مرة أمن البلاء.. يعني الريح الحمراء..
ثم قرأه النبي صلى الله عليه وسلم على الحسن عليه السلامفعافاه الله تعالى كأن لم يكن به شيء. فقال النبي صلى الله عليه وسلم لاصحابه: تعلموا هذا الدعاء وعلموه المؤمنين يحملونه فانه أمان من البلاء. ومن لم يحسن
قراءته فليحمله او يكتبه في اناء نظيف ويمحوه بماء ويشربه فانه يبرأ باذن الله تعال .ومن حمله معه أمن من الريح
الحمراء والبلاء والاسقام والعلل في جسده وجميع اعضائه ويأمن من جميع الاعداء والحساد وجميع الاوجاع الجارية في جميع المفاصل. والله اعلم.
Artinya:
Diriwayatkan oleh Ashif bin Barakhiya, ia berkata: Suatu ketika Nabi Sulaiman bin dawud as melewati sebuah negeri dari salah satu negeri. Ia di kawal oleh golongan jin dari sisi kanannya dan dari manusia dari sisi kirinya dan burung memayungi diatas kepalanya dan para jin ifrit didepan dan belakangnya. Tiba-tiba Ia (Sulaiman) melihat sesosok makhluk yang sangat besar, dari kedua tangan dan kirinya keluar semburan api. Maka Nabi Sulaiman kaget melihat sosok makhluk tersebut.

Sulaiman berkata:Aku bertanya kepadamu demi Allah, siapa kamu dan ada maksud apa kamu mendatangiku?”
Dia menjawab: Hai Nabi Allah, apakah engkau tidak mengenaliku?, Nabi Sulaiman menjawab: “Tidak”
Dia berkata: “Aku adalah Rihul Ahmar (angin merah)”.  Aku adalah penyakit dari berbagai macam penyakit yang telah diciptakan oleh Allah Ta’aalaa. Ketika Allah hendak menghukum / meyiksa salah seorang dari makhluk-Nya, maka Dia mengutus dan menguasakanku kepadanya.

Jika aku masuk kedalam otak, maka aku akan mendenyutkannya. (sakit seperti tertusuk).
Jika aku masuk kedalam mata, maka aku akan membutakannya.
Jika aku masuk kedalam lubang hidung, maka akan timbul penyakit, kemudian bergulir ke bawah ke tenggorokan dan memenuhinya.

Jika aku masuk ke kedua telinga, maka aku ambil pendengarannya (tuli).
Jika aku masuk di kepala, maka aku datangkan sakit kepala dan migrain dan aku bunuh ia dari rasa sakitnya.
Jika aku masuk ke dada orang itu, maka aku masukkan penyakit kuning,  was-was,  radang sendi, penyakit limpa, wajah kekuning-kuningan dan nyeri pusar.

Jika aku masuk ke tubuh wanita, maka aku akan memutus kehamilannya dan mengeringkan air susunya. Akan memunculkan penyakit kusta, kelembaban, dahak, kudis, bisul, penyakit virus tikus dan babi.
Jika aku masuk pada pembuluh darah dan saraf, maka aku akan putus keduanya sampai aku akan membunuhnya.

Ketika Nabi Sulaiman mendengar semua itu, maka Nabi Sulaiman tidak mampu menahan diri dan hilang kesabarannya. Maka ia berkata kepada pasukan diselelilingnya: “Bunuhlah dia!”.
Maka rihul ahmar itu berkata: Wahai Nabi Allah, tiada seorangpun bisa membunuhku.
Lalu Nabi Sulaiman berkata kepada pasukannya: “ Bakarlah dia!”.  Jawaba rihul ahmar lagi: Tiada seorangpun bisa membakarku, sesungguhnya Allah telah menangguhkanku sampai hari kiamat.

Kemudian rihul ahmar itu menghilang dari hadapan Nabi Sulaiman dan pasukannya sampai akhirnya muncul kembali di zaman Nabi Muhammad saw.

Bertepatan pada suatu ketika Hasan bin Ali bin Abi Thalib datang sakit di perutnya dan muntah darah. Ketika Nabi saw mendengar kabar itu, beliau merasa sesak dadanya (cemas)  dan berkata: “Perlindungan hanyalah kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”.

Maka turunlah Malaikat Jibril menemui Nabi saw dan berkata:”Wahai rasulullah, sesungguhnya keluhan anakmu Hasan adalah dari rihul ahmar”.
Nabi saw bertanya: “Apakah penyakit itu ada obatnya?”.  

Kemudian Jibril menghilang sesaat, lalu datang kembali dan berkata: “Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Tinggi dan Tertinggi menyampaikan salam untukmu dan memeberikan suatu hadiah untukmu, yaitu doa ini. Jika seseorang membacanya dalam seumur hidupnya sekali saja maka ia akan aman dari bala ini, yakni rihul ahmar (angin merah).

Kemudian Nabi saw membacakannya terhadap Hasan, maka Allah langsung menurunkan kesembuhkannya, seolah-olah ia tidak mengalami apa-apa.  Maka kemudian Nabi saw bersabda kepada para sahabat: “Ketahuilah oleh kalian tentang doa ini dan ajarkan kepada orang yang beriman, niscaya ia akan aman dari bala (rihul ahmar). Siapa yang tidak dapat membacanya dengan baik, maka bawalah doa ini atau di tulis pada tempat yang bersih dan leburlah dengan air lalu meminumnya, maka sesungguhnya ia akan sembuh atas idzin Allah Ta’ala. Siapa yang membawa doa ini maka ia akan aman dari rihul ahmar dan dari bala dan penyakit di badannya dan seluruh anggota tubuhnya, dan aman dari segala musuh, orang-orang yang hasad (dengki) serta segala penyakit yang mengalir pada seluruh persendian”.


Ini doanya:

بسم الله الرحمن الرحيم

بِسْمِ الله الرحمن الرحيم,  وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ بِسْمِ اللهِ وَبِا اللهِ وَمِنَ اللهِ وَاِلىَ اللهِ,  وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا اِلَهَ ِالاَّ اللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ وَاَعَزُّ وَاَجَلُّ مِمَّا اَخَافُ واَحْذِرُ.  اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً. 
بِسْمِ اللهِ الشَّافِيْ بِسْمِ اللهِ الْكَافِيْ بِسْمِ اللهِ اْلمُعَافِيْ.   بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيْءٌ فِى الْأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.   وَنُنَزِّلُ مِنَ اْلقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اَنَا الرَّاقِيْ وَاَنْتَ الشَّافِيْ,   اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا قَضَيْتَ.   الله اكبر الله اكبر الله اكبر,  اَعُوْذُ بِا اللهِ رَبِّيْ وَخَالِقِيْ وَمُصَوِّرِيْ وَخَالِقِ الصُّوَرِ وَرَازِقِ اْلبَشَرْ.  اَعُوْذُ بِا اللهِ مِنْ جَمِيْعِ اْلآفَاتِ وَاْلعَاهَاتِ وَالْبَلاَءِ وَاْلأَمْرَاضِ وَاْلأَسْقَامِ وَاْلكَسَلِ وَالْخُمُوْدِ وَالْخَبَالِ.
اَللَّهُمَّ أَعِذْ نَفْسِيْ وَحَاِملَ كِتَابِيْ هَذَا وَتَالِيَهُ بِأَسْمَائِكَ اْلعِظَامِ وَأَلاَئِكَ التَّمَامِ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامْ.  يَا مَنْ لَهُ الْمُلْكُ وَالْمَلَكُوْت,  يَا مَنْ لَهُ اْلجَلاَلُ وَالْجَبَرُوتْ.    سُبْحَانَكَ مَا أَعْظَمَ شَأْنَكَ,  يَا فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ,  يَا مَلْجَأَ الْمَلْهُوْفِيْنَ, يَا رَاحِمَ الْمَسَا كِيْنَ,  يَاذَاْلعَظَمَةِ وَالسُّلْطَانِ  يَا ذَاالرَّأْفَةِ وَاْلإِحْسَانِ.  يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ, يَا قَاهِرُ لاَيُقْهَرُ, يَا جَائِرُ لاَ يُجَارُ عَلَيْه. 
اَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ اْلبَدَنِ وَاْلمِحَنِ.  وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الرِّيْحِ اْلأَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ اْلأَكْبَرْ, فِى النَّفْسِ وَالرُّوْحِ وَالدَّمِ وَاللَّحْمِ وَاْلعَظْمِ وَاْلجِلْدِ وَاْلعُرُوْقِ وَاْلعَصَبْ.  
سُبْحَانَكَ إِذَا قَضَيْتَ اَمْرًا فَإِنَّمَا تَقُوْلُ لَهُ كُنْ فَيَكُوْن.   َاللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرْ,   يَا بَا رِئُ    يَا بَرُّ يَا مُغِيْثْ,   يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَا قَسِيْطُ يَا مُقْسِطُ يَاقَائِمُ بِااْلقِسْطِ يَا صَرِيْخَ اْلمُسْتَصْرِخِيْنْ,  يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ  يَا رَافِعُ يَا دَافِعُ  يَا كَافِيْ يَا شَافِيْ يَا مُعَافِيْ  يَا غِيَا ثَ اْلمُسْتَغْيِثِيْنَ يَا شَا كِرُ  يَا شَكُوْرُ يَا عَطُوْفُ يَا رَؤُوْفُ يَا نَاصِرُ يَا نَصِيْرُ.  
يَا قَادِرُ يَا مُقْتَدِرُ يَا عَظِيْمُ يَا مُقَدِّمُ يَا مُؤَخِّرُ,   يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ  يَا قَائِمُ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ.    يَا سَيِّدَاهْ  يَا مَوْلاَهْ  يَا مَالِكَاهْ  يَا غَايَةَ رَغْبَتَاهْ.  يَا مُجِيْرُ  يَا مَنْ يَعْلَمُ مَا نُخْفِيْ وَمَا نُعْلِنُ,  يَا أَحْكَمَ اْلحَاكِمِيْنَ يَا وَلِيَّ اْلمُؤْمِنِيْنَ,  يَا عَوْنَ الضُّعَفَاءِ وَاْلمَسَاكِيْنَ  يَاكَافِى اْلمُتَوَكِّلِيْنَ,  يَا مُكَوِّرَ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَالنَّهَارِ عَلَى اللَّيْلِ,   يَاقَاهِرَ كُلِّ شَيْطَانٍ مَّرِيْدٍ  يَا قَهَّارَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ.
يَا نِعْمَ اْلمَوْلَى  وَيَا نِعْمَ النَّصِيْر,  يَا رَازِقَ الطِّفْلِ الصَّغِيْرِ  يَا رَاحِمَ الشَّيْخِ اْلكَبِيْرِ.   يَا وَلِيَّ اْلمُؤْمِنِيْنَ  يَا إِلَهَ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلأَخِرِيْنَ,  يَا حَبِيْبَ التَّوَّابِيْنَ  يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  يَا خَيْرَ اْلغَافِرِيْنَ      يَا خَيْرَ اْلوَارِثِيْنَ  يَا خَيْرَ اْلفَاصِلِيْنَ.  يَا مَالِكَ يَوْمِ الدِّيْنَ,  اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ.  وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ وَفِيْكَ نَرْغَبُ وَفِيْمَا لَدَيْكَ نَرْجُوْ وَمِنْكَ نَخَافُ.
اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ جَمِيْعِ اْلأَلاَمِ وَاْلأَسْقَامِ وَجَمِيْعَ اْلأَمْرَاضِ وَاْلعِلَلِ وَالدَّمِ اْلأَسْوَدِ.  اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ الدَّاءَ اْلأَكْبَرِ وَالرِّيْحَ اْلأَحْمَرِ وَالدَّمَ اْلأَصْفَرِ وَجَمِيْعَ اْلأَفَاتِ وَاْلعَاهَاتِ وَالسَّكْتَةَ وَاْلهَمَّ وَاْلغَمَّ واَلْحُزْنَ وَالسِّجْنَ.  اَللَّهُمَّ اكْفِنَيْ شَرَّ اْلوُحُوْشِ وَاْلهَوَامِ وَمُشَاحَنَةَ اْلعَوَامِ وَاْلإِتْهِزَامْ,  وَشَرَّ الشَّيْطَانِ وَالسُّلْطَانِ  وَاْلقَحْطِ وَاْلغَلاَءِ وَاْلخَلاَءِ وَالزِّلْزَالِ وَاْلبَلاَءِ وَهَدْمِ اْلبِنَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ.  اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ شَرَّ اْلأَشْرَارِ وَكَيْدَ اْلفُجَّارِ وَمَا اخْتَلَفَ عَلَيْهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارِ, اِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
َاعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ أَخِذٌ بِنَا صِيَتِهَا,  اِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمْ.  اَنْتَ رَبِّيْ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ  وَاَنْتَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ  نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ.  وَلاَ حَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ   بِا اللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ.  وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. اَللهُ اْلكَافِيْ اَللهُ الشَّافِيْ اَللهُ اْلمُعَافِيْ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ  وَاْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.

Artinya:
Dengan nama Allah Yang maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dan dengan-Nya kami mohon pertolongan.  Dengan nama Allah, bersama Allah, dari Allah dan kepada Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Maha Mulia dan Maha Agung dari sesuatu yang aku takuti dan aku bimbangi.   Allah Maha Besar sebesar-besarnya, dan segala puji bagi Allah yang sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah diwaktu pagi dan petang.

Dengan nama Allah yang menyembuhkan, dengan nama Allah yang mencukupkan; dan dengan nama Allah yang menyihatkan; dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada memberi mudharat sesuatu apa jua di bumi dan di atas langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan Kami turunkan sesetengah dari Al-Quran yang menjadi penawar dan rahmat untuk orang-orang yang beriman.

Ya Allah, aku yang menjampi dan Engkau yang menyembuhkan. Aku berlindung dengan-Mu daripada kejahatan yang telah Engkau takdirkan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berlindung dengan Allah, Tuhanku dan Penciptaku, Pembentukku dan Pencipta Rupabentukku dan Pemberi Rezeki sekalian manusia. Aku berlindung dengan Allah daripada sekalian kebinasaan, dan segala maksiat, bala bencana, penyakit dan segala kesakitan, kemalasan, kemunduran dan kebinasaan.

Ya Allah, lindungilah diriku dan pembawa / pengguna suratku ini dengan nama-Mu yang Maha Mulia dan Maha Agung; dan sifat-sifatMu yang sempurna, wahai Yang Mempunyai Kebesaran dan Kekayaan. Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan dan alam malakut; wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kegagahan. Maha Suci Engkau, alangkah besarnya Engkau wahai pencipta segala langit dan bumi. Wahai Tuhan tempat berlindung mereka yang menyesal (akan dosa-dosa mereka); wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang-orang miskin; wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kekuasaan, wahai Tuhan yang mempunyai belas kasihan dan memberi kebajikan dan Ihsan; wahai Tuhan yang banyak kasih sayang, wahai Tuhan yang banyak memberi; wahai Tuhan yang Maha Gagah dan tiada sesiapapun yang mampu mengalahkan-Nya; wahai Yang Melindungi dan Dia tidak memerlukan perlindungan.

Aku berlindung kepada-Mu dari azab badan dan kesempitan; dan aku berlindung dengan-Mu dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit yang besar yang menimpa ke atas diri dan roh, darah dan daging, tulang dan kulit, urat dan urat saraf.

Maha Suci Engkau; yang apabila Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau hanya mengatakan “Jadilah! Maka jadilah ia”. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Wahai Tuhan yang menjadikan; wahai Tuhan yang membuat kebajikan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai Tuhan yang Maha Adil, wahai Tuhan yang Berdiri dengan Keadilan, wahai Tuhan yang mendengar tangisan orang-orang yang meminta pertolongan. Wahai Tuhan yang memulakan (dari tiada kepada ada), wahai Tuhan yang mengembalikan, wahai Tuhan yang menolak, wahai Tuhan yang Mencukupkan. Wahai Tuhan yang menyembuhkan, wahai Tuhan yang meng’afiatkan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan terhadap orang yang memohon pertolongan.  Wahai Tuhan yang menerima kesyukuran, wahai Tuhan yang banyak memberi balasan atas kesyukuran. Wahai Tuhan yang Maha Kasih Sayang, wahai Tuhan yang Maha Belas Kasihan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan,

Wahai Tuhan yang Maha Kuasa, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Agung, wahai Tuhan yang mendahulukan, wahai Tuhan yang mengkemudiankan. Wahai Tuhan yang hidup, wahai Tuhan yang berdiri dengan sendiriNya, yang membalas mereka yang jujur dengan balasan ke atas tiap-tiap diri dengan apa yang mereka usahakan. Wahai Tuhan yang memerintahku, wahai Tuhanku yang memiliki aku, wahai Tuhan yang memberi perlindungan.  Wahai yang Maha Mengetahui sesuatu yang kami sembunyikan dan kami dedahkan; wahai Hakim yang menjatuhkan hukuman, wahai Tuhan yang memerintah sekalian orang-orang yang beriman; wahai Tuhan pembantu orang-orang yang dhaif dan miskin; wahai Tuhan yang Mencukupi keperluan orang-orang yang bertawakkal. Wahai Tuhan yang mendatangkan malam ke atas siang dan siang ke atas malam; wahai Tuhan yang Gagah (mengalahkan) setiap syaitan yang sangat durhaka, wahai Tuhan yang mengalahkan setiap orang yang sombong lagi degil;

Wahai Tuhan sebaik-baik Pemerintah; wahai Tuhan yang sebaik-baik memberi pertolongan, wahai Tuhan yang memberi rezeki kanak-kanak yang kecil, wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang tuan (yang sangat tua), wahai Tuhan yang memerintah orang-orang yang beriman; wahai Tuhan bagi orang-orang yang dahulu dan orang-orang yang kemudian; wahai Tuhan yang pengasih kepada orang-orang yang bertaubat, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari kalangan yang mengasihi. Wahai Tuhan sebaik-baik pengampun dari yang mengampuni; wahai Tuhan sebaik-baik pewaris; wahai Tuhan sebaik-baik Pemberi Keputusan; wahai Tuhan yang memerintah pada Hari Pembalasan.  Ya Allah, hanya Engkaulah yang aku sembah dan hanya kepada Engkaulah aku memohon pertolongan. Dan kepadaMu aku bertawakkal. Dan kepada-Mu aku gemar dengan apa yang ada di sisiMu. KepadaMu aku berharap dan hanya Engkau yang aku takuti.

Ya Allah, peliharalah aku dari segala kepayahan hidup dan penyakit-penyakit dan segala kesakitaan dan kesusahan dan darah hitam.  Ya Allah, peliharalah aku dari penyakit yang merbahaya dan dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit darah kuning, dan segala kebinasaan dan segala maksiat dan pengsan, dan kerungsingan dan kesedihan dan dukacita dan dari di penjara. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan binatang buas, dan binatang yang melata, serta permusuhan (benci membenci) orang awam, dan dari kekalahan dan kejahatan syaitan; dan raja, kemarau, kemahalan barang keperluan, dan gempabumi, dan bala bencana, dan keruntuhan bangunan, dan serangan musuh. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipudaya orang-orang yang melampau, dan dari sesuatu yang silih berganti atasnya oleh malam dan siang melainkan yang datang itu adalah dengan baik, wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan setiap kejadian yang Engkaulah pemegang ubun-ubunnya; sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang tegak dan lurus. Engkau ialah Tuhanku dan di atas Engkau jua aku bertawakkal, dan Engkaulah yang Mencukupkan aku, dan sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik Pemerintah dan sebaik-baik yang Memberi Pertolongan. Dan tiada daya upaya bagiku melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Dan cukuplah kami oleh Allah, dan sebaik-baik yang mewakili sebagai Pemerintah dan Engkau sebaik-baik pemberi pertolongan. Allah yang mencukupkan, Allah yang menyembuhkan, Allah yang memberi a’fiat. Dan ucap selawat oleh Allah ke atas penghulu kami Nabi Muhammad dan ke atas keluarga dan sahabat-sahabatnya; selamat sejahtera; dan segala pujian bagi Allah Tuhan Pemerintah Seluruh Alam. 
Walloohu a’lam


Keterangan:

Pengamalan doa ini bisa dilakukan dengan cara:
Di baca dengan khusyu’ 1 / 3 x dengan menyentuh paien. Atau ditiupkan pada air lalu diminumkan pada pasien.
Di tulis pada tempat yang bersih lalu dilebur air dan di minumkannya.
Bisa juga dibaca diniatkan untuk diri sendiri.


Keberhasilan dan Kesembuhan hanyalah milik Allah